Bek sekaligus kapten Chelsea, John Terry dalam sesi latihan di Stamford Bridge, London, pada 25 Agustus 2009. AFP PHOTO/Chris Ratcliffe
Liputan6.com, London: Penderitaan kapten Chelsea, John Terry kian bertambah. Ayahnya, Ted Terry, 55 tahun dan berstatus pengangguran, dituding menjual tiga gram kokain kepada seorang jurnalis yang sedang menyamar. Tiga gram kokain dimaksud diklaim merupakan kelas A yang nilainya mencapai 120 pound atau sekitar Rp 1,68 juta.
Pihak kepolisian setempat telah meminta keterangan dari Ted yang ditengarai menjual kokain tersebut dalam kamar kecil di sebuah bar di kawasan Essex. Dalam kesempatan itu Ted memberi jaminan bakal memasok tambahan kokain kepada sang jurnalis yang disebutnya sebagai “seorang teman”. Dalam pada itu, Ted pun meminta sang jurnalis untuk merahasiakan identitasnya. “Jangan katakan jika saya ayahnya John Terry,” ujar Ted.
Peristiwa yang terjadi pada November 2009 lalu itu kini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian yang telah mengantongi bukti rekaman video dan keterangan saksi. Pada 8 Februari lalu, Ted yang tinggal dekat di rumah berharga 250 ribu pound—hasil pemberian John Terry—yang lokasinya berdekatan dengan bar tersebut, ditangkap pihak kepolisian karena diduga memasok kokain kelas A. Setelah dimintai keterangan selama dua jam, Ted dibebaskan dengan jaminan.
Kabar ini tentunya kian menambah luka dalam hati John Terry. Pada Selasa (16/3) lalu, seusai kekalahan timnya dari Inter Milan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Terry bersama isterinya, Toni, yang hendak keluar dari markas Chelsea dengan mengendarai Range Rover-nya menyeruduk seorang petugas keamanan. Beruntung, cedera pada kaki sang korban tidak serius. Sang korban pun meminta Terry untuk tidak risau dan meminta maaf atas insiden tersebut.(MEG/Mirror)